Ketika Fakta Beradu Dengan Teori

Sumber Data Kependudukan

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang tinggi. Tidak hanya jumlah penduduk Indonesia yang sangat tinggi, luasnya negara Indonesia juga menyebabkan banyak sekali hal-hal yang harus di data, baik untuk keperluan negara maupun keperluan bidang-bidang umum lainnya.

Untuk mendapatkan data yang diperlukan tersebut, tentu harus dilakukan sensus. Sensus, kadangkala juga disebut cacah jiwa adalah sebuah proses mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota sebuah populasi (tidak hanya populasi manusia). Sensus digunakan untuk demokrasi (pemilu), pengumpulan pajak, juga digunakan dalam ilmu ekonomi. Di Indonesia terdapat beberapa macam sensus yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. diantaranya yang terbesar: Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi. Sensus Penduduk pada umumnya dilaksanakan pada tahun yang berakhiran “0” atau dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Melihat deskripsi di atas, dengan adanya sensus negara dapat mengetahui berbagai hal yang tengah terjadi di negaranya dengan spesifik dan tertulis. Berkaitan dengan penduduk, tentu juga dilaksanakan sensus penduduk. Dimana sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma, anak buah kapal Indonesia, manusia/ orang perahu, dan suku terasing). Karakteristik pokok dan rinci tersebut mencakup karakteristik tentang penduduk, perumahan dan lingkungannya, dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup standar bidang kependudukan.

Oleh karena adanya manfaat yang berguna bagi negara, sensus penduduk selalu dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Dan untuk mendapatkan data tersebut, tentu negara harus memiliki sumber data kependudukan. Data kependudukan tidak hanya diperoleh dari sensus pendudukan, tetapi survai penduduk dan registrasi penduduk juga dapat memberikan informasi mengenai data kependudukan.

A. Sensus Penduduk

Sensus atau yang disebut dengan cacah jiwa adalah sebuah proses mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota sebuah populasi (Wikipedia, 2010). Melihat dari pengertian tersebut tentu makud dari dilaksanakannya sensus adalah untuk mengetahui informasi secara tertulis yang dapat digunakan untuk mendata dalam berbagai bidang, seperti bidang politik, bidang ekonomi, dan bidang-bidang lainnya. Di Indonesia, sensus penduduk diambil pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Dua sensus diambil oleh pemerintah Hindia Belanda, pada tahun 1920 dan 1930.

Sensus penduduk yang dilakukan banyak negara adalah untuk mengetahui berapa banyak manusia yang berada di wilayah tersebut. Selain untuk mengetahui berapa jumlah populasi manusia, sensus penduduk ini juga dapat membantu sebuah negara untuk mengambil keputusan-keputusan yang sesuai dengan kondisi jumlah penduduk yang ada di negara tersebut. Maka dari itu sensus penduduk sangat penting untuk dilaksanakan. Dalam mengumpulkan data penduduk, pada umumnya terdapat tiga sistem pengumpulan data, yaitu :

  1. Cacah jiwa atau sensus penduduk, merupakan sistem pengumpulan data penduduk yang berkenaan dengan struktur penduduk. Dalam mengumpulkan data ini biasanya dilaksanakan pada waktu tertentu (umumnya tiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka kosong).
  2. Registrasi penduduk, merupakan sistem pengumpulan data penduduk yang berkaitan dengan hal-hal yang terjadi dengan penduduk (proses penduduk), dan pengumpulan data ini dilaksanakan setiap saat.
  3. Survei penduduk, merupakan sistem pengumpulan data penduduk yang berkaitan dengan karakteristik penduduk.

Menurut buku Demografi Umum (2003), sensus penduduk merupakan suatu proses keseluruhan dari pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penilaian data penduduk yang menyangkut antara lain; ciri-ciri demografi, sosial ekonomi, dan lingkungan hidup. Sensus penduduk memiliki beberapa ciri khas, antara lain :

  1. Bersifat individu, artinya informasi demografi dan sosial ekonomi yang dikumpulkan berasal dari individu, baik sebagai anggota rumah tangga maupun sebagai anggota masyarakat.
  2. Bersifat universal, artinya pencacahan bersifat menyeluruh.
  3. Pencacahan diselenggarakan serentak di seluruh negara
  4. Sensus penduduk dilaksanakan secara periodik yaitu pada tiap-tiap tahun yang berakhiran angka kosong.

Menurut Blog Sensus Penduduk (2008), sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. Sensus dilaksanakan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun sekali yang meliputi:

  1. Sensus Penduduk, yang dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 0 (nol)
  2. Sensus Pertanian, yang dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 3 (tiga)
  3. Sensus Ekonomi, yang dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 6 (enam).

Untuk menyamakan persepsi dan mempermudah antara negara satu dan negara lainnya saling membandingkan kondisi negara mereka, maka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan bahwa informasi yang harus ada dalam tiap-tiap sensus penduduk adalah :

  1. Geografi dan migrasi penduduk. Informasi ini meliputi lokasi daerah pencacahan, jumlah penduduk yang bertempat tinggal, jumlah penduduk de jure dan jumlah penduduk de facto. Selain itu untuk migrasi penduduk, dalam penarian informasi, pihak sensus harus memperoleh data seperti, tanggal lahir, lamanya bertempat tinggal di daerah tersebut, dan lain sebagainya.
  2. Rumah tangga. Informasi yang dapat diperoleh dari bagian ini adalah hubungan masing-masing anggota keluarga dengan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, serta jenis kelamin anggota keluarga.
  3. Karakteristik sosial dan demografi. Berisi informasi kondisi penduduk dalam wilayahnya dan sosial budayanya.
  4. Kelahiran dan kematian. Berisi informasi mengenai jumlah anak yang lahir maupun jumlah anggota keluarga yang meninggal.
  5. Karakteristik pendidikan. Dalam bagian ini, informasi yang dapat diperoleh adalah status pendidikan penduduk yang ada di suatu daerah.
  6. Karakteristik ekonomi. Informasi yang diperoleh adalah mengenai jenis matapencaharian yang ada di daerah tersebut serta jumlah pendapatan yang diperoleh di wilayah tersebut.

Sensus penduduk memiliki tujuan untuk mencacah seluruh penduduk yang ada di suatu negara. Sensus ini meliputi penduduk de jure yaitu penduduk yang resmi berdomisili di daerah tersebut dan penduduk de facto yaitu penduduk yang tinggal di suatu wilayah pada jangka waktu tertentu, tetapi tidak termasuk penduduk resmi bagi wilayah yang bersangkutan.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam melakukan sensus penduduk, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, yaitu :

  1. Badan Pusat Statistik yang diberi mandat untuk melaksanakan Sensus Penduduk oleh Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan daftar pertanyaan yang akan digunakan.
  2. Melatih tugas sensus untuk mewawancarai kepala rumah tangga dan anggotanya dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan.
  3. Membagi wilayah dalam wilayah-wilayah pencacahan.
  4. Wilayah pencacahan dibedakan antara wilayah pencacahan pedesaan dan perkotaan.
  5. Pencacahan dilaksanakan dengan sistem-aktif artinya petugas sensus aktif mendatangi rumah tangga untuk mendapatkan data demografi, sosial, ekonomi, dari masing-masing rumah tangga dan anggotanya.
  6. Selain melakukan pencacahan melalui pendekatan rumah tangga dan penduduk, pencacahan dapat dilakukan dengan pendekatan wilayah.
  7. Hasil sensus penduduk diolah oleh Badan Pusat Statistik dan sebagian diterbitkan.
  8. Di antara pelaksanaan dua sensus, diadakan sensus khusus berdasarkan sampel.

Dalam melakukan pencatatan dengan jumlah yang tidak sedikit, tidak jarang dalam sensus terjadi kesalahan. Hal tersebut dikatakan sebagai Kesalahan Sensus (Cencus Error). Yaukey (1990) mengelompokkan kesalahan tersebut menjadi tiga kelompok, yaitu :

  1. Kesalahan cakupan. Kesalahan ini terjadi ketika tidak seluruh penduduk tercacah, dan bagi yang tercacah ada sebagian dari mereka tercacah dua kali. Hal ini biasanya terjadi pada negara-negara dengan tingkat penduduk yang tinggi. Akibat dari kesalahan ini, maka sensus penduduk tidak dapat menyajikan jumlah penduduk yang tepat pada hari sensus penduduk itu dilaksanakan.
  2. Kesalahan isi pelaporan (error of content). Kesalahan ini terjadi akibat kesalahan pelaporan responden. Contohnya seperti kurang adanya pengetahuan masyarakat tentang umur mereka, ataupun adanya responden yang menutupi kebenaran yang terjadi dan hal tersebut ditanyakan dalam sensus penduduk.
  3. Kesalahan ketepatan pelaporan (estimating error). Kesalahan ini terjadi akibat kesalahan petugas sensus atau kesalahan dari responden itu sendiri.

B.  Survai Penduduk

Hasil sensus penduduk serta registrasi penduduk memiliki keterbatasan. Sensus penduduk dan registrasi penduduk hanya memberikan informasi secara umum saja. Maka dari itu dilakukanlah survai penduduk. Survai penduduk sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan mendalam.

Survai penduduk biasanya dilaksanakan di pertengahan periode antara dua sensus penduduk. Rumah tangga terpilih di wawancarai guna mendapatkan informasi mengenai kondisi kependudukan misalnya fertilitas, mortalitas dan migrasi.

C. Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk berkaitan dengan komponen penduduk yang dinamis, seperti kelahiran, kematian, mobilitas penduduk, perkawinan, perceraian, dan sebagainya. Komponen-komponen ini dapat berubah kapan saja sehingga diperlukan registrasi penduduk yang dapat berubah setiap saat.

Berbeda dengan sensus penduduk, registrasi penduduk lebih mengarah pada sistem pasif. Registrasi penduduk dianggap pasif karena biasanya dalam melaporkan sebuah kejadian adalah perwakilan keluarga dari kepala keluarga yang tengah mengalami sesuatu hal, seperti kelahiran atau kematian. Pelaporan dengan sistem pasif ini menimbulkan beberapa permasalahan, terutama ketidaklengkapan data pelaporan. Adapun beberapa contoh ketidaklengkapan pelaporan adalah sebagai berikut :

  1. Seorang bayi lahir beberapa menit kemudian meninggal dunia. Seharusnya ini dicatatkan sebagai peristiwa kelahiran dan kematian, tetapi oleh orang tuanya sama sekali tidak dilaporkan.
  2. Sering peristiwa kelahiran terlambat dilaporkan karena menunggu tali pusarnya putus, tetapi sebelum kejadian itu bayi tersebut meninggal dunia. Peristiwa kelahiran dan kematian ini tidak dilaporkan kepada kantor desa.
  3. Jarak kantor desa terlalu jauh dari rumah orang yang melahirkan, sehingga sering peristiwa kelahiran tersebut tidak dilaporkan.
  4. Seorang perempuan hamil karena peristiwa “kecelakaan”, setelah melahirkan bayinya tidak dilaporkan kepada kantor desa.

Hal tersebut yang umumnya terjadi pada kasus kelahiran. Berbeda dengan kelahiran, catatan kematian lebih lengkap dibandingkan catatan kelahiran. Hal ini dikarenakan :

  1. Kematian hanya terjadi sekali selama hidup, dan peristiwa kematian melibatkan orang lain.
  2. Peistiwa kematian adalah peristiwa duka dan orang lain pasti datang untuk menyatakan ikut berduka cita dan juga mempersiapkan upacara pemakaman jenazah.

Dalam registrasi penduduk, penduduk yang boleh mencatatkan peristiwa-peristiwa demografi adalah penduduk de jure.

D.  Kelemahan dan Keunggulan Sumber Data Kependudukan

Kelemahan yang dapat terjadi dalam menggunakan sumber data kependudukan adalah data yang dihasilkan tidak akan representatif bila terjadi kesalahan dalam pengambilan sampel, selain itu biaya yang dihabiskan untuk mencari data kependudukan mahal, sehingga pemerintah harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mencari data tersebut.

Sedangkan keunggulan dari adanya sumber data kependudukan, antara lain dengan adanya sumber data kependudukan dapat ditelaah oleh para peneliti dari segala bidang dalam memecahkan permasalahan yang terjadi di masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 501 pengikut lainnya.