Ketika Fakta Beradu Dengan Teori

Spesialisasi Kerja Untuk Membangun Perekonomian Indonesia

Oleh : Dewa Ayu Widyastiti Sravishta

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih pada tahap negara berkembang. Sebagai negara berkembang banyak pihak di Indonesia mencoba untuk memecahkan masalah-masalah perekonomian, baik untuk meningkatkan pertumbuhan negara maupun perbaikan perekonomian itu sendiri. Dalam membangun suatu negara, diperlukan empat unsur utama, yaitu sumber daya manusia (SDA), sumber daya manusia (SDM), modal, dan kewirausahaan.

istimewaDari keempat unsur tersebut, hal yang cukup menarik untuk dibahas adalah mengenai sumber daya manusia dan modal. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam seperti tambang, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya. Selain sumber daya alam, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang sangat banyak, begitu pula dengan modal. Namun, pada kenyataannya keseluruhan sumber yang dimiliki Indonesia belum bisa dimanfaatkan secara sempurna.

Keterbatasan pemanfaatan sumber daya alam ini adalah akibat masih sangat kurang profesionalnya masyarakat Indonesia dalam mengolah sumber daya alam yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, dalam pengolahan minyak bumi, Indonesia masih membutuhkan tenaga negara lain. Minyak mentah yang berasal dari Indonesia di ekspor ke negara lain yang memiliki alat untuk mengolah minyak mentah tersebut menjadi minyak jadi yang dapat langsung digunakan, seperti premium, solar, dan lain sebagainya. Setelah diolah menjadi minyak jadi, minyak mentah yang awalnya kita ekspor akan kembakli kita impor dalam bentuk minyak jadi, dan tentu saja harga minyak jadi akan lebih mahal dibandingkan saat kita menjual minyak mentah kepada negara lain. Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan uang yang seharusnya bisa berputar di dalam negara menjadi berputar di negara lain. Kurangnya keahlian dalam mengolah sumber daya alam membuat kita tetap bergantung pada negara lain.

Dalam matakuliah pengantar ekonomi pembangunan (PEP) sempat disebutkan bahwa spesialisasi kerja dapat membantu peningkatan kenaikan jumlah kapital/modal suatu negara. Apabila suatu negara memiliki modal yang cukup besar dalam melatih sumber daya manusia tentu spesialisasi kerja akan menjadi lebih mudah. Selain modal, hal yang dapat membantu kenaikan jumlah kapital dengan cara spesialisasi kerja adalah tingkat perluasan pemasaran. Apabila sebuah negara bekerja dengan memanfaatkan spesialisasi kerja misalnya dalam pembuatan perangkat peralatan dapur. Apabila pemanfaatan spesialisasi kerja benar-benar di maksimalisasikan, negara akan mendapat keuntungan secara spesifik. Misalnya, dalam membuat perangkat peralatan dapur terdapat beberapa spesialisasi bagian, seperti spesialisasi lemari dapur, spesialisasi meja dapur atau meja tempat mencuci piring, spesialisasi perangkat dapur kecil seperti alat-alat masak, spesialisasi desain dapur, dan spesialisasi lain yang mungkin bisa diciptakan. Dengan spesialisasi itu tenaga kerja yang dimiliki negara tersebut akan lebih profesional dibandingkan tenaga kerja yang tidak memiliki spesialisasi.

istimewa Spesialisasi tenaga kerja dapat diwujudkan pada negara-negara yang memiliki sumber daya manusia yang banyak, karena spesialisasi kerja merupakan salah satu contoh usaha padat karya. Indonesia merupakan negara yang sesuai dalam melakukan spesialisasi kerja. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut juga diperlukan modal yang cukup besar. Karena untuk melatih sumber daya manusia secara profesional tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak hanya modal, dalam spesialisasi kerja juga diperlukan cakupan pasar yang luas. Apabila cakupan pasar hanya berkisar di seputaran negara, misalnya pangsa pasar Indonesia hanya sampai pada kawasan ASEAN saja, spesialisasi tidak akan bekerja secara maksimal. Dalam melakukan spesialisasi, perlu dilakukannya survei dari negara berupa tempat-tempat yang dapat menjadi tujuan mengekspor output yang dihasilkan oleh tenaga spesialisasi.

Memang dari teori semua terlihat mudah dan sangat menjanjikan. Namun, pada kenyataannya dalam mewujudkan hal tersebut modal yang diperlukan negara cukup besar, mulai dari menganalisis pasar, mensurvei pasar, melatih tenaga kerja, hingga melakukan pemasaran terhadap produk yang telah dibuat. Dan bagi sebuah negara tentu tidak hanya memikirkan permasalahan ekonomi, namun juga memikirkan masalah pendidikan, kesehatan, sosial budaya, pertahanan dan kemanan, dan sektor-sektor lain yang ada di dalam suatu negara. Namun, jika memang suatu negara sudah yakin dan mantap untuk mewujudkan spesialisasi kerja, tentu produk-produk yang dihasilkan negara tersebut akan lebih berkualitas akibat spesialisasi tersebut dan tepat sasaran karena telah dilakukannya analisis pasar oleh negara.

Pilihan dalam membangun ekonomi tentu sangat banyak. Sekarang tergantung dari negara itu sendiri ingin membangun perekonomiannya ke arah yang lebih baik secara cepat ataupun lambat. Semua dapat dipertimbangkan dengan melihat teori ekonomi secara global dan perhitungan secara riil beserta dengan kebutuhannya. Dan spesialisasi kerja ini mungkin bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun ekonomi Indonesia nantinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s