Ketika Fakta Beradu Dengan Teori

Uncategorized

Kembali Lagi ke Peredaran !!

2013 - 1

 

Akhirnya setelah sekian lama vakum menulis, kini saya kembali ke blog ini untuk mencurahkan pikiran-pikiran dan kegundahan hati saya terhadap perekonomian di Indonesia. ^^

Semoga tulisan-tulisan disini dapat menjadi inspirasi untuk anda, dan semoga suatu hari ini melalui tulisan-tulisan ini akan banyak kebijakan-kebijakan baru yang bisa memenuhi aspirasi kita semua.

 

Salam,

Widya


Sekilas Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing

       Sebagai mahasiswi yang kini duduk di Fakultas Ekonomi, jurusan Ekonomi Pembangunan, saya mencoba berbagi ilmu dengan teman-teman yang mungkin mengambil jenis matakuliah yang sama. Apabila nantinya teman-teman akan menggunakan materi ini, harap dibaca dengan seksama, bukan sekedar copy-paste untuk menyelesaikan tugas dari dosen. Semoga informasi mengenai Pasar Uang dan Valuta Asing ini dapat memberikan manfaat bagi teman-teman yang membaca atau meng-copy-nya. Indahnya berbagi. 🙂

(lebih…)


Modal Ventura Untuk UMKM Indonesia

Oleh : Dewa Ayu Widyastiti Sravishta

             Indonesia merupakan negara yang padat akan sumber daya manusia. Jumlah penduduk yang sangat banyak membuat banyak masyarakatnya berlomba-lomba mencari solusi untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Dengan keterampilan dan dana yang terbatas, banyak masyarakat Indonesia memilih untuk membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian usaha kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil yang perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat”.

Menurut UU No. 9 tahun 1995, kriteria usaha kecil adalah memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, kemudian memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (Satu Milyar Rupiah), usaha tersebut adalah milik warga negara Indonesia, perusahaan tersebut berdiri sendiri atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafilisiasi baik langsung maupun tidak langsung, berbentuk usaha perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Di Indonesia usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah ini hanya mengambil alih pasar ekspor sebanyak 34,4% dari total industri nasional (kamusilmiah, 2010). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa permainan pasar Indonesia masih dikuasai oleh industri-industri besar yang masih kemungkinan besar adalah orang asing atau warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Terpuruknya UMKM Indonesia dapat diakibatkan oleh kurangnya pengecekan terhadap UMKM itu sendiri, gagal dalam melakukan riset pasar, persaingan dengan perusahaan besar, dan salah dalam memilih lokasi pasar (saudagar-bugis.com, 2011). Melihat kenyataan kalahnya pasar UMKM sebagian besar diakibatkan oleh kurangnya kemampuan manajemen dalam pasar itu sendiri, dan akan semakin terpuruk ketika UMKM tersebut tidak bisa menutupi lagi kerugian yang dimiliki usaha tersebut akibat kekurangan modal. (lebih…)