Ketika Fakta Beradu Dengan Teori

Terbaru

Sekilas Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing

       Sebagai mahasiswi yang kini duduk di Fakultas Ekonomi, jurusan Ekonomi Pembangunan, saya mencoba berbagi ilmu dengan teman-teman yang mungkin mengambil jenis matakuliah yang sama. Apabila nantinya teman-teman akan menggunakan materi ini, harap dibaca dengan seksama, bukan sekedar copy-paste untuk menyelesaikan tugas dari dosen. Semoga informasi mengenai Pasar Uang dan Valuta Asing ini dapat memberikan manfaat bagi teman-teman yang membaca atau meng-copy-nya. Indahnya berbagi. 🙂

Baca kelanjutan halaman ini »

Iklan

Modal Ventura Untuk UMKM Indonesia

Oleh : Dewa Ayu Widyastiti Sravishta

             Indonesia merupakan negara yang padat akan sumber daya manusia. Jumlah penduduk yang sangat banyak membuat banyak masyarakatnya berlomba-lomba mencari solusi untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Dengan keterampilan dan dana yang terbatas, banyak masyarakat Indonesia memilih untuk membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian usaha kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil yang perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat”.

Menurut UU No. 9 tahun 1995, kriteria usaha kecil adalah memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, kemudian memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (Satu Milyar Rupiah), usaha tersebut adalah milik warga negara Indonesia, perusahaan tersebut berdiri sendiri atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafilisiasi baik langsung maupun tidak langsung, berbentuk usaha perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Di Indonesia usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah ini hanya mengambil alih pasar ekspor sebanyak 34,4% dari total industri nasional (kamusilmiah, 2010). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa permainan pasar Indonesia masih dikuasai oleh industri-industri besar yang masih kemungkinan besar adalah orang asing atau warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Terpuruknya UMKM Indonesia dapat diakibatkan oleh kurangnya pengecekan terhadap UMKM itu sendiri, gagal dalam melakukan riset pasar, persaingan dengan perusahaan besar, dan salah dalam memilih lokasi pasar (saudagar-bugis.com, 2011). Melihat kenyataan kalahnya pasar UMKM sebagian besar diakibatkan oleh kurangnya kemampuan manajemen dalam pasar itu sendiri, dan akan semakin terpuruk ketika UMKM tersebut tidak bisa menutupi lagi kerugian yang dimiliki usaha tersebut akibat kekurangan modal. Baca kelanjutan halaman ini »

Spesialisasi Kerja Untuk Membangun Perekonomian Indonesia

Oleh : Dewa Ayu Widyastiti Sravishta

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih pada tahap negara berkembang. Sebagai negara berkembang banyak pihak di Indonesia mencoba untuk memecahkan masalah-masalah perekonomian, baik untuk meningkatkan pertumbuhan negara maupun perbaikan perekonomian itu sendiri. Dalam membangun suatu negara, diperlukan empat unsur utama, yaitu sumber daya manusia (SDA), sumber daya manusia (SDM), modal, dan kewirausahaan.

istimewaDari keempat unsur tersebut, hal yang cukup menarik untuk dibahas adalah mengenai sumber daya manusia dan modal. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam seperti tambang, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya. Selain sumber daya alam, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang sangat banyak, begitu pula dengan modal. Namun, pada kenyataannya keseluruhan sumber yang dimiliki Indonesia belum bisa dimanfaatkan secara sempurna.

Keterbatasan pemanfaatan sumber daya alam ini adalah akibat masih sangat kurang profesionalnya masyarakat Indonesia dalam mengolah sumber daya alam yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, dalam pengolahan minyak bumi, Indonesia masih membutuhkan tenaga negara lain. Minyak mentah yang berasal dari Indonesia di ekspor ke negara lain yang memiliki alat untuk mengolah minyak mentah tersebut menjadi minyak jadi yang dapat langsung digunakan, seperti premium, solar, dan lain sebagainya. Setelah diolah menjadi minyak jadi, minyak mentah yang awalnya kita ekspor akan kembakli kita impor dalam bentuk minyak jadi, dan tentu saja harga minyak jadi akan lebih mahal dibandingkan saat kita menjual minyak mentah kepada negara lain. Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan uang yang seharusnya bisa berputar di dalam negara menjadi berputar di negara lain. Kurangnya keahlian dalam mengolah sumber daya alam membuat kita tetap bergantung pada negara lain. Baca kelanjutan halaman ini »

Ruang Lingkup Ekonomi Internasional

            Indonesia sebagai negara yang memiliki luas negara yang cukup luas, ditambah pula dengan kekayaan sumber daya alam di masing-masing wilayah, membuat seolah-olah Indonesia telah memiliki segalanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pemerintahnya. Walaupun banyak sekali sumber daya yang dapat dimanfaatkan di dalam negara kita, tidak semua hal dapat terpenuhi secara maksimal. Karena setiap negara hanya bisa unggul dalam satu atau beberapa bidang saja, tentu akibat hal tersebut perlu dilakukan kerjasama dengan negara lainnya. Kerjasama dalam memenuhi kebutuhan ini dapat dikatakan sebagai kerjasama Internasional.

Dalam perkuliahan terdapat mata kuliah yang membahas mengenai perekonomian Internasional. Ilmu Ekonomi Internasional merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara lain dapat mempengaruhi alokasi sumberdaya baik antara dua negara tersebut maupun antar beberapa negara. Hubungan dalam perekonomian internasional dapat berupa perdagangan, investasi, pinjaman, serta bantuan kerjasama internasional.

Adanya ilmu ekonomi internasional ini dapat membuat mahasiswa memiliki ilmu yang lebih pasti dan lebih luas lagi mengenai kerjasama dengan negara lain. Karena melalui perekonomian internasional, kita dapat membantu negara kita untuk bekerjasama dengan negara lain sesuai dengan kaidah dan kepentingan yang memang sudah ditetapkan. Selain itu, manfaat dari ilmu ini mahasiswa lebih paham bagaimana berhubungan dagang secara internasional untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pemerintah yang belum tentu dapat mencukupi seluruh kebutuhan yang ada di dalam suatu negara.

Akibat adanya manfaat yang sangat besar bagi mahasiswa, diharapkan paper mengenai ruang lingkup ekonomi internasional ini dapat menggambarkan bagaimana perekonomian internasional, dan bagaimana negara-negara mulai melakukan kerjasama untuk menyejaterahkan masyarakatnya.

Ilmu Ekonomi Internasional merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara lain dapat mempengaruhi alokasi sumberdaya baik antara dua negara tersebut maupun antar beberapa negara. Hubungan dalam perekonomian internasional dapat berupa perdagangan, investasi, pinjaman, serta bantuan kerjasama internasional. Baca kelanjutan halaman ini »

Sumber Data Kependudukan

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang tinggi. Tidak hanya jumlah penduduk Indonesia yang sangat tinggi, luasnya negara Indonesia juga menyebabkan banyak sekali hal-hal yang harus di data, baik untuk keperluan negara maupun keperluan bidang-bidang umum lainnya.

Untuk mendapatkan data yang diperlukan tersebut, tentu harus dilakukan sensus. Sensus, kadangkala juga disebut cacah jiwa adalah sebuah proses mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota sebuah populasi (tidak hanya populasi manusia). Sensus digunakan untuk demokrasi (pemilu), pengumpulan pajak, juga digunakan dalam ilmu ekonomi. Di Indonesia terdapat beberapa macam sensus yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. diantaranya yang terbesar: Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi. Sensus Penduduk pada umumnya dilaksanakan pada tahun yang berakhiran “0” atau dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Melihat deskripsi di atas, dengan adanya sensus negara dapat mengetahui berbagai hal yang tengah terjadi di negaranya dengan spesifik dan tertulis. Berkaitan dengan penduduk, tentu juga dilaksanakan sensus penduduk. Dimana sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma, anak buah kapal Indonesia, manusia/ orang perahu, dan suku terasing). Karakteristik pokok dan rinci tersebut mencakup karakteristik tentang penduduk, perumahan dan lingkungannya, dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup standar bidang kependudukan.

Oleh karena adanya manfaat yang berguna bagi negara, sensus penduduk selalu dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Dan untuk mendapatkan data tersebut, tentu negara harus memiliki sumber data kependudukan. Data kependudukan tidak hanya diperoleh dari sensus pendudukan, tetapi survai penduduk dan registrasi penduduk juga dapat memberikan informasi mengenai data kependudukan.

A. Sensus Penduduk

Sensus atau yang disebut dengan cacah jiwa adalah sebuah proses mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota sebuah populasi (Wikipedia, 2010). Melihat dari pengertian tersebut tentu makud dari dilaksanakannya sensus adalah untuk mengetahui informasi secara tertulis yang dapat digunakan untuk mendata dalam berbagai bidang, seperti bidang politik, bidang ekonomi, dan bidang-bidang lainnya. Di Indonesia, sensus penduduk diambil pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Dua sensus diambil oleh pemerintah Hindia Belanda, pada tahun 1920 dan 1930.

Sensus penduduk yang dilakukan banyak negara adalah untuk mengetahui berapa banyak manusia yang berada di wilayah tersebut. Selain untuk mengetahui berapa jumlah populasi manusia, sensus penduduk ini juga dapat membantu sebuah negara untuk mengambil keputusan-keputusan yang sesuai dengan kondisi jumlah penduduk yang ada di negara tersebut. Maka dari itu sensus penduduk sangat penting untuk dilaksanakan. Dalam mengumpulkan data penduduk, pada umumnya terdapat tiga sistem pengumpulan data, yaitu :

  1. Cacah jiwa atau sensus penduduk, merupakan sistem pengumpulan data penduduk yang berkenaan dengan struktur penduduk. Dalam mengumpulkan data ini biasanya dilaksanakan pada waktu tertentu (umumnya tiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka kosong).
  2. Registrasi penduduk, merupakan sistem pengumpulan data penduduk yang berkaitan dengan hal-hal yang terjadi dengan penduduk (proses penduduk), dan pengumpulan data ini dilaksanakan setiap saat.
  3. Survei penduduk, merupakan sistem pengumpulan data penduduk yang berkaitan dengan karakteristik penduduk. Baca kelanjutan halaman ini »

Konsep, Tujuan Bisnis, serta Sistem, Lingkungan, dan Ciri-Ciri Perusahaan

Di era globalisasi seperi saat ini pengetahuan mengenai Ekonomi Perusahaan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi-kondisi perusahaan sangat penting untuk ditelaah secara mendalam oleh mahasiswa. Tidak hanya itu, di dalam Ekonomi Perusahaan tentu terdapat nilai bisnis yang akan dipelajari secara mendalam. Dalam perusahaan tentu tidak terlepas dari masalah bisnis dan kerjasama bisnis, karena melalui bisnis tersebutlah perusahaan tersebut berjalan menuju usaha serta visi misi yang ingin dicapai perusahaan tersebut.

Di dalam buku Pengantar Bisnis, perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Sesuatu yang menginginkan suatu keuntungan dalam suatu usahatentu tak terlepas dari kata bisnis. Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa bisnis merupakan suatu kegiatan atau usaha yang mencari keuntungan melalui teknik berdagang. Dengan adanya perusahaan tentu diperlukan bisnis untuk melengkapi sebuah usaha perusahaan tersebut.

Makalah mengenai konsep bisnis dan perusahaan ini akan menjelaskan bagaimana konsep bisnis serta tujuan dari seseorang melakukan usaha demi mencapai tujuan berupa keuntungan, tidak hanya menjelaskan konsep bisnis,dalam makalah ini akan dijelaskan pula bagaimana sistem perusahaan, lingkungan perusahaan dan bagaimana ciri-ciri dari perusahaan secara umum.

 

A. Konsep Bisnis dan Tujuan Bisnis

Suatu konsep bisnis di era sulit terdiri dari empat komponen utama, yaitu strategi inti (Core Strategy), sumber daya strategis (Strategic Resources), perantara pelanggan (Customer Interface) dan jaringan nilai (Value Network). Komponen pertama dari konsep bisnis ini adalah strategi inti (Core Strategy), yang merupakan inti dari bagaimana suatu perusahaan memilih cara untuk berkompetisi (msuyanto.com, 2009) .

Visi bisnis merupakan apa yang diinginkan perusahaan yang bersifat ideal dan misi bisnis merupakan operasionalisasi dari visi bisnis. Visi dan misi bisnis ini akan mengarah pada pernyataan nilai, kehendak strategi, tujuan dan sasaran yang besar, banyak dan berani serta semua sasaran kinerja.

Komponen kedua dari suatu konsep bisnis di era sulit adalah sumberdaya strategis (Strategic Resources), yang terdiri dari kompetensi inti, aset-aset strategis dan proses inti. Komponen ketiga perantara pelanggan (Customer Interface) yang mempunyai empat elemen, yaitu dukungan dan pemenuhan, informasi yang mendalam, dinamikan hubungan dan struktur harga. Dan komponen keempat dari model bisnis adalah jaringan nilai yang mengelilingi perusahaan dan yang memperkuat dan melengkapi sumberdaya yang dimiliki perusahaan.

Tujuan bisnis merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan. Dalam jangka panjang, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, namun terdapat banyak hal yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam bisnisnya, diantaranya (sagara-zone.blogspot.com, 2009) :

  1. Market standing, yaitu penguasan pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka panjang.
  2. Innovation yaitu inovasi dalam produk (barang atau jasa) serta inovasi keahlian. Tujuan bisnis yang ingin dicapai melalui inovasi adalah menciptakan nilai tamabah pada suatu produk
  3. Physical and financial resources, perusahaan memiliki tujuan penguasaan terhadap sumber daya fisik dan keuangan untuk mengembangkan perusahaan menjadi semakin besar dan semakin menguntungkan.
  4. Manager performance and development, manager merupakan orang yang secara operasional bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi. Untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik, manager perlu memiliki berbagai kemampuan dan keahlian yang sesuai dengan profesinya. Maka diperlukan peningkatan kinerja dan pengembangan kemampuan manager melalui serangkaian kegiatan kompensasi yang menarik dan program training and development yang berkelanjutan.
  5. Public Responsibility, bisnis harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat, mencegah terjadinya polusi dan menciptakan lapangan kerja, dll.
  6. Worker Performance and Attitude, untuk kepentingan jangka panjang, maka sikap para karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik.

UMKM : Jalan Keluar Pajak Kita

Oleh : Dewa Ayu Widyastiti Sravishta

Setiap negara pastilah mempunyai anggaran tetap untuk belanja negara tiap tahunnya. Begitu juga dengan negara kita,Indonesia. Di dalam anggaran tersebut banyak sub anggaran yang di serap demi mencukupi pembelanjaan negara. Mulai dari pajak dari dalam negeri hingga pajak di luar negeri. Negara kita telah menyerap banyak triliun dari penerimaan pajak dan non-pajak. Tapi mengapa penyerapan dana dari pajak masih di anggap kurang dan belum mencukupi kebutuhan negara?

Banyaknya pengeluaran negara membuat orang-orang di bagian keuangan negara menjadi berpikir keras untuk mencukupi kebutuhan negara dengan cara menyerap banyak pajak dari berbagai sektor. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (Balai Pustaka : 2008).

Penerimaan pajak dari berbagai sektor tersebut satu di antaranya adalah  penerimaan pajak dari dalam negeri. Pajak dari dalam negeri tersebut terdiri dari pajak penghasilan migas dan non migas. Secara mendetailnya Penerimaan non migas terdiri dari yang pertama adalah pajak langsung yaitu pajak yang meliputi pajak pendapatan dan pajak perseroan. Sedangkan yang kedua adalah pajak tidak langsung yang meliputi pajak penjualan, pajak impor, ekspor, cukai, bea masuk, dan sebagainya. Terakhir adalah penerimaan bukan pajak yang berasal dari keuntungan perusahaan negara (BUMN ataupun BUMD), denda atau sita, pencetakan uang, hibah dan sumbangan, dan pinjaman.Dari pajak dalam negeri saja sudah banyak sektor yang membantu pengumpulan dana untuk anggaran pembelanjaan negara. Tapi, tetap saja masih dianggap kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan negara. Baca kelanjutan halaman ini »